Tampilkan postingan dengan label Taukah Kamu?. Tampilkan semua postingan
Coba anda amati keyboard komputer atau laptop anda. Dan perhatikan
huruf “J” dan huruf “F” terlihat seperti ada tonjolan. Pasti ada
fungsinya kan

Ternyata tonjolan ini dibuat dengan
tujuan untuk mengetahui posisi jari telunjuk kiri (pada huruf “F”) dan
jari telunjuk kanan (pada huruf “J”). Mengetik seperti itu disebut
touched-type artinya mengetik dimana mereka tidak menatap keyboard saat
mengetik. Oleh karena itu dibutuhkan semacam panduan untuk mengetahui
posisi jari-jari saat mengetik dan “tonjolan” itulah yang terpilih
sebagai pemandu.
Mengapa Huruf "F" dan "J" Pada Keyboard Ada Tonjolannya?
Pelangi terbentuk karena pembiasan sinar matahari oleh
tetesan air yang ada di atmosfir. Ketika sinar matahari melalui tetesan
air, cahaya tersebut dibengkokkan sedemikian rupa sehingga membuat
warna-warna yang ada pada cahaya tersebut terpisah. Tiap warna
dibelokkan pada sudut yang berbeda, dan warna merah adalah warna yang
paling terakhir dibengkokkan, sedangkan ungu adalah yang paling pertama.
Fenomena ini yang kita lihat sebagai pelangi.
Dalam cahaya merah dan ungu mengapa selalu ada diatas dan dibawah pada pelanggi?
Ini disebabkan karena cahaya merah adalah bagian dari Spektrum cahaya
tampak yang memiliki frekuensi paling rendah atau panjang gelombang
paling panjang bila dibandingkan dengan cahaya tampak lainnya. Dan
cahaya ungu memiliki frekuensi paling tinggi dan panjang gelombang
paling pendek. Sehingga antara warna merah dan ungu tidak saling
bertemu, warna merah berada di paling ujung pada pelangi dan warna ungu
berada di paling bawah pada pelangi.
Pelangi
terjadi apabila cahaya mengalami pembiasan ketika cahaya matahari
terkena air hujan. Pelangi hanya dapat dilihat pada saat ada hujan
disertai dengan cahaya matahari. Posisi pengamat juga menentukan, yaitu
diantara hujan dan sinar matahari, dan sinar matahari berada di belakang
si pengamat. Sehingga terjadi garis lurus antara matahari, pengamat,
dan busur pelangi. Akibatnya terbentuklah pelangi dari hasil pembiasan
dan posisi pengamat tadi.
Bagaimana pelangi terbentuk?
Warna langit rupanya berkaitan dengan kedudukan matahari dan dengan
kebersihan dan kejernihan udara. Tetapi, warna langit juga berhubungan
dengan sifat khusus dari cahaya yang kelihatan : Cahaya putih dari
matahari merupakan campuran semua warna pelangi, mulai cahaya gelombang
pendek biru, ke hijau, kunung dan jingga, sampai cahaya gelombang
panjang merah. Untuk samapa ke atmosfer, cahaya putih matahri pun harus
melewati atmosfer.
Atmosfer terdiri dari berbagai jenis gas dan partikel debu. Di dalam campuran partikel ini berpancarlah sinar matahari. Masing-masing warna dari cahaya matahari ini menempuh jalan yang berbeda. Lalu, bisa terjadi bahwa kita di bumi, di bawah sini kadang melihat terutama cahaya biru kadang pula melihat cahaya merah ( Di luar atmosfer bumi, di alam semesta, dimana tidak ada partikel, kemana cahaya dapat dipancarkan, cahaya matahari selalu putih berkilau dan berwarna hitam pekat).
Pada tahun 1880, ahli fisika Inggris Lord William Rayleigh sudah menemukan persyaratan mebuat langit biru. Dalilnya pada hakikatnya mengatakan bahwa sinar gelombang pendek-yakni biru dan hijau-yang terkandung dalam cahaya putih matahari dipancarkan jauh lebih kuat daripada sinar merah gelombang panjang. Akibatnya pada siang hari jauh lebih banyak cahaya biru dan hijau dari pada cahaya merah di mata kita. Oleh karena itu, langit tampak biru di mata kita dan karena bagian-bagian itu dipancarkan langsung dari sinar matahari, tampaklah matahari itu kuning. Tetapi, pada pagi hari dan petang hari, cahaya itu harus menempuh jalan yang jauh lebih panjang melalui atmosfer daripada jarak yang ditmpuh siang hari. Dalam jarak panjang ini cahaya biru dan hijau gagal menempuh perjalanan.
Hanya cahay jingga dan merah bergelombang panjang masih mampu sampai kepada kita lalu matahari dan langit tampak di mata kita merah jingga berkilau.
Oleh karena itu biru langit, merah pagi, dan merah petang semuanya mempunyai penyebab yang sama : Penebaran cahaya matahari pada partikel udara yang tak terbilang banyaknya. Jadi, kesempatan paling besar langit menjadi biru ialah ketika matahari berada tinggi di langit dan cahayanya menempuh jarak paling singkat ke bumi.
Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.
Atmosfer terdiri dari berbagai jenis gas dan partikel debu. Di dalam campuran partikel ini berpancarlah sinar matahari. Masing-masing warna dari cahaya matahari ini menempuh jalan yang berbeda. Lalu, bisa terjadi bahwa kita di bumi, di bawah sini kadang melihat terutama cahaya biru kadang pula melihat cahaya merah ( Di luar atmosfer bumi, di alam semesta, dimana tidak ada partikel, kemana cahaya dapat dipancarkan, cahaya matahari selalu putih berkilau dan berwarna hitam pekat).
Pada tahun 1880, ahli fisika Inggris Lord William Rayleigh sudah menemukan persyaratan mebuat langit biru. Dalilnya pada hakikatnya mengatakan bahwa sinar gelombang pendek-yakni biru dan hijau-yang terkandung dalam cahaya putih matahari dipancarkan jauh lebih kuat daripada sinar merah gelombang panjang. Akibatnya pada siang hari jauh lebih banyak cahaya biru dan hijau dari pada cahaya merah di mata kita. Oleh karena itu, langit tampak biru di mata kita dan karena bagian-bagian itu dipancarkan langsung dari sinar matahari, tampaklah matahari itu kuning. Tetapi, pada pagi hari dan petang hari, cahaya itu harus menempuh jalan yang jauh lebih panjang melalui atmosfer daripada jarak yang ditmpuh siang hari. Dalam jarak panjang ini cahaya biru dan hijau gagal menempuh perjalanan.
Hanya cahay jingga dan merah bergelombang panjang masih mampu sampai kepada kita lalu matahari dan langit tampak di mata kita merah jingga berkilau.
Oleh karena itu biru langit, merah pagi, dan merah petang semuanya mempunyai penyebab yang sama : Penebaran cahaya matahari pada partikel udara yang tak terbilang banyaknya. Jadi, kesempatan paling besar langit menjadi biru ialah ketika matahari berada tinggi di langit dan cahayanya menempuh jarak paling singkat ke bumi.
Prinsip yang sama berlaku juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.
Mengapa langit berwarna biru?
Alam
penuh dengan segala macam fenomena yang menakjubkan dan menarik yang
telah membuat manusia terpesona selama berabad-abad sampai hari ini.
Salah satu fenomena tersebut adalah petir. Kilatan
pada petir menampilkan pola zig-zag yang biasanya memakan waktu kurang
dari setengah detik untuk menghasilkan luminositas cahaya yang begitu
terang sehingga sekitarnya menyala dalam sekejap mata.Petir terjadi akibat perpindahan muatan negatif menuju
ke muatan positif. Menurut batasan fisika, petir adalah lompatan bunga
api raksasa antara dua massa dengan medan listrik berbeda. Prinsip
dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.
Dimulai dari menguapnya air dari permukaan bumi, dari danau, tanah, sungai, laut, kolam dan dari pohon oleh proses transpirasi, naik ke atmosfer dalam bentuk gas. Udara yang naik ini merupakan udara hangat, yang kemudian membuat udara dingin bergerak dan bersatu dengan udara hangat. Proses ini menyebabkan udara hangat meningkat pesat dan membentuk awan yang besar, dan padat, pada awan cumulonimbus atau awan badai.

Selama badai itu terjadi, curah hujan partikel (butiran air dan kristal es) di wilayah yang lebih tinggi dari awan kemudian akan bertabrakan satu sama lain, karena mereka bergesekan satu sama lain dalam arus kuat udara, ketika udara naik dan turun di udara. Akibatnya, udara ini bertabrakan dan menggosok banyak butiran - butiran air dan kristal es yang kemudian menciptakan muatan listrik statis yang mengandung muatan negatif dan positif dalam badai itu. Beberapa kristal es dan butiran air karena itu akan menjadi bermuatan positif (+), sementara yang lain menjadi bermuatan negatif (-). Semakin lama, potensi listrik yang bermuatan positif dan negatif di awan kemudian terpisah dari satu sama lain di mana kristal salju bermuatan positif bergerak ke bagian atas, ke atas awan badai sementara muatan berat kristal es negatif dan tetesan air turun ke bagian bawah awan. Elektron atau muatan listrik negatif ini akan mencari dan menuju muatan listrik positif, sehingga terbentuklah loncatan elektron yang yang berupa lidah api yang kita kenal dengan petir. Karena bumi merupakan medan listrik yang amat besar dan tentunya mengandung muatan negatif dan positif. Maka elektron dari awan juga bisa meloncat menuju bagian permukaan bumi yang juga bermuatan listrik. Loncatan elektron ini juga terjadi ketika kamu mencolokkan barang elektronik ke bagian listrik yang kadang muncul percikan api.
Setelah petir meloncat ke tanah dari awan, petir akan kembali dari tanah menuju awan, mengikuti saluran yang sama dengan jalur yang dilaluinya. Jalur kembalinya petir ini menimbulkan panas dan meningkatkan suhu udara di sekitarnya menjadi sekitar 27.000 ° C (48632 F °). Karena petir membutuhkan sedikit waktu untuk pergi dari titik A ke titik B, sementara udara panas tidak memiliki waktu untuk bergerak, menyebabkan ruang pada udara menjadi terbelah. Udara panas kemudian dikompresi, meningkatkan udara dari 10 sampai 100 kali tekanan normal pada atmosfer. Tekanan udara ini akan meledak keluar dari saluran listrik, membentuk gelombang kejut partikel yang dikompresi ke segala arah, sehingga menyebabkan munculnya suara ledakan.
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan. Energi dari pelepasan itu begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan bunyi yang menggelegar.
Dimulai dari menguapnya air dari permukaan bumi, dari danau, tanah, sungai, laut, kolam dan dari pohon oleh proses transpirasi, naik ke atmosfer dalam bentuk gas. Udara yang naik ini merupakan udara hangat, yang kemudian membuat udara dingin bergerak dan bersatu dengan udara hangat. Proses ini menyebabkan udara hangat meningkat pesat dan membentuk awan yang besar, dan padat, pada awan cumulonimbus atau awan badai.

Selama badai itu terjadi, curah hujan partikel (butiran air dan kristal es) di wilayah yang lebih tinggi dari awan kemudian akan bertabrakan satu sama lain, karena mereka bergesekan satu sama lain dalam arus kuat udara, ketika udara naik dan turun di udara. Akibatnya, udara ini bertabrakan dan menggosok banyak butiran - butiran air dan kristal es yang kemudian menciptakan muatan listrik statis yang mengandung muatan negatif dan positif dalam badai itu. Beberapa kristal es dan butiran air karena itu akan menjadi bermuatan positif (+), sementara yang lain menjadi bermuatan negatif (-). Semakin lama, potensi listrik yang bermuatan positif dan negatif di awan kemudian terpisah dari satu sama lain di mana kristal salju bermuatan positif bergerak ke bagian atas, ke atas awan badai sementara muatan berat kristal es negatif dan tetesan air turun ke bagian bawah awan. Elektron atau muatan listrik negatif ini akan mencari dan menuju muatan listrik positif, sehingga terbentuklah loncatan elektron yang yang berupa lidah api yang kita kenal dengan petir. Karena bumi merupakan medan listrik yang amat besar dan tentunya mengandung muatan negatif dan positif. Maka elektron dari awan juga bisa meloncat menuju bagian permukaan bumi yang juga bermuatan listrik. Loncatan elektron ini juga terjadi ketika kamu mencolokkan barang elektronik ke bagian listrik yang kadang muncul percikan api.
Setelah petir meloncat ke tanah dari awan, petir akan kembali dari tanah menuju awan, mengikuti saluran yang sama dengan jalur yang dilaluinya. Jalur kembalinya petir ini menimbulkan panas dan meningkatkan suhu udara di sekitarnya menjadi sekitar 27.000 ° C (48632 F °). Karena petir membutuhkan sedikit waktu untuk pergi dari titik A ke titik B, sementara udara panas tidak memiliki waktu untuk bergerak, menyebabkan ruang pada udara menjadi terbelah. Udara panas kemudian dikompresi, meningkatkan udara dari 10 sampai 100 kali tekanan normal pada atmosfer. Tekanan udara ini akan meledak keluar dari saluran listrik, membentuk gelombang kejut partikel yang dikompresi ke segala arah, sehingga menyebabkan munculnya suara ledakan.
Mengapa Terjadi Petir?
Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).
Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.
Apa yang Dimaksud dengan Gas Rumah Kaca?
Kebalikan dari kondisi di atas disebut dengan hiperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh kita sendiri yaitu ketika seseorang menderita demam.



